Saturday, June 2, 2012

[ONESHOOT] Only You in My Heart / Sequel of All My Heart

Diposkan oleh JJhaemin di 9:00 PM


Rating : PG (maybe)
Genre : Romance
Cast :
Lee Sungmin as Lee Sungmin
IU / You as Park Sunhi
Uee as Kim Yoo Jin
Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun

-O0oo0O-

_Sungmin POV_

Semenjak Sunhi berada disisiku, hidupku menjadi semakin baik. Ia selalu setia di sampingku mendukung semua pekerjaanku di rumah sakit. Ia juga masih bekerja di rumah sakit sebagai pengajar dan motivator. Akhir – akhir ini aku sedang sibuk dengan urusan rumah sakit, bahkan untuk makan siang saja aku merasa tidak sempat, tapi Sunhi selalu mengingatkanku untuk makan, seperti sekarang ini,
Tok..tok..tok..

“Masuk”, Ucapku sambil terus membaca dokumen yang harus aku tandatangani.
“Selamat siang Tuan Lee, ini makanan pesanan Anda”, Ucap seorang yeoja yang kuyakini itu Sunhi.
“Makanan? Tapi aku tidak memesan makanan apa – apa”, Ucapku bingung berpura – pura tidak mengenalinya dan tidak menoleh padanya sedikit pun.
“Yaa!! Oppa!! Apa kamu tidak mengenali suaraku??”, Ucapnya marah sambil menunjukkan muka cemberutnya.

Inilah yang aku tunggu, aku sangat senang melihatnya cemberut seperti itu. Mukanya tetlihat seperti anak kecil yang tidak diberi permen. Aku berdiri menghampirinya dan langsung memeluknya,

“Mana mungkin aku tidak mengenal suaramu chagi~ya”, Ucapku sambil terus memeluknya.

Dia melepaskan pelukanku,

“Jeongmal? Lalu kenapa tadi Oppa bicara seperti itu?”, Tanyanya tidak percaya, masih dengan muka kesalnya.
“Oppa hanya ingin mengerjaimu chagi, kamu terlihat lucu kalau sedang marah seperti ini,hahaha”, Tawaku mencubit pipinya.
“Isshh, Oppa. Ini sangat tidak lucu, aku mau pergi saja. Ini makanan untukmu”, Marahnya sambil berjalan meninggalkanku.

Dengan cepat aku memeluknya dari belakang, dan menaruh daguku di pundaknya.

“Chagi~ya, aku kan hanya bercanda. Aku tidak mau makan kalau tidak kamu suapi”, Ucapku manja.
Dia menatapku dengan kesal, “Baiklah sini aku suapi. Kamu itu manja sekali Oppa”, Gerutunya, berjalan menuju sofa. Aku pun mengikutinya dengan senyum lebar.

#Selesai makan#

“Gomawo chagi, kamu selalu memperhatikanku dengan baik”, Ucapku berterima kasih pada Sunhi sambil sekilas mencium pipinya.

Seketika mukanya langsung berubah warna, dan ekspresi wajahnya langsung berubah.

“Ahh, ne Oppa. Hmmm, aku kerja dulu ya. Permisi Oppa”, Pamitnya dengan salah tingkah.

Aku hanya tersenyum melihatnya yang salah tingkah seperti itu, dia tetap saja seperti itu. Padahal aku sering menciumnya, tapi ia selalu menjadi salah tingkah seperti itu.

_Sunhi POV_

“Aiggooo, Sungmin Oppa. Kenapa ia senang sekali membuatku salah tingkah seperti ini. Ah aku malu sekali, pasti tadi pipiku merah seperti kepiting rebus”, Gerutuku selama perjalanan menuju ruang kerjaku.

Bruuukkkk….

“Ahh mianhae”, Maafku setelah tak sengaja menabrak seseorang.
“Aku yang seharusnya minta maaf, karna aku yang sudah menabrakmu”, Ucap namja itu sopan.
Aku tersenyum menanggapinya, “Maaf aku harus bekerja, permisi”, Ucapku meninggalkannya.

#Pulang Kerja#

“Chagi, kajja kita pulang”, Ajak Sungmin Oppa yang sudah berdiri di depan pintu ruanganku.
“Ne Oppa, tunggu sebentar”, Jawabku sambil merapikan semua kertas – kertas di meja.

@Rumah Sungmin

“Annyeong haseyo Ahjumma, Ahjussi”, Sapaku saat melihat orang tua Sungmin Oppa.
“Sunhi~ah, akhirnya kamu kesini juga. Kemana saja kamu dari kemarin? Sudah lama tidak main kesini”, Ucap Lee Ahjumma menghampiriku.
“Jeoseonghamnida Ahjumma, dari kemarin aku sibuk sekali. Jadi aku tidak sempat main kesini”, Maafku.
“Jangan terlalu sibuk Sunhi~ah, kamu harus jaga kesehatanmu”, Ucap Lee Ahjussi menasihatiku.
“Ne Ahjussi, selama dokter pribadiku selalu disisiku. Aku pasti tidak akan sakit, aku justru malah khawatir kalau dokter pribadiku sakit, karna kesibukannya sampai ia lupa makan”, Ucapku sambil melirik Sungmin Oppa.
“Yaa, Sunhi~ah. Siapa yang bilang mau menjadi dokter pribadimu, huh? Aku tidak mau menjadi dokter pribadi gratisan”, Cibir Sungmin Oppa.
“Jadi Oppa tidak mau jadi dokter pribadiku? Ya sudah aku minta orang lain saja yang menjadi dokterku, yang jauh lebih tampan dari Oppa”, Ancamku menatapnya evil.
“Yaa!! Tidak ada yang boleh menjadi dokter pribadimu selain aku. Kamu jangan coba – coba mencari dokter lain, dan ingat tidak ada dokter yang lebih tampan dariku”, Dengus Sungmin kesal.
“Sudah, sudah. Kalian kenapa jadi bertengkar seperti ini, kalian sudah makan belum? Eomma sedang memasak, kalian tunggu di ruang makan ya”, Ucap Lee Ahjumma menengahi pertengkaran kami.
“Ahjumma sedang memasak? Aku bantu ya”, Tawarku  pada Lee Ahjumma.
“Tidak usah Sunhi~ah, kamu kan pasti capek baru pulang kerja”, Tolak Lee Ahjumma halus.
“Tidak apa – apa Ahjumma, kajja kita ke dapur”, Ucapku semangat sambil menggandeng Lee Ahjumma.

#Makannya di skip#

“Ahjumma, Ahjussi, sudah malam aku pulang dulu ya”, Pamitku pada kedua orang tua Sungmin Oppa.
“Kamu menginap disini saja Sunhi~ah, sudah lama kan kamu tidak menginap disini”, Bujuk Lee Ahjumma.
“Mianhae Ahjumma, mungkin lain kali saja aku menginap disini. Aku tidak ingin merepotkan kalian”, Tolakku halus.
“Ya sudah lah, tidak apa – apa. Sungmin~ah, kamu hati – hati menyetirnya, jangan sampai Sunhi kenapa – napa dan ingat jangan ngebut”, Nasehat Lee Ahjumma pada Sungmin Oppa.
“Ne Omma, aku akan mengantarkan My Aegyo Princess ini selamat sampai di rumahnya, kalau perlu aku akan menunggunya sampai ia tidur lelap”, Ucap Sungmin Oppa.
Aku mengernyitkan dahiku mendengar ucapannya, “Memangnya aku anak kecil yang harus di nina bobokan kalau mau tidur, aku tidak seperti itu Oppa! Dan satu lagi, aku tidak pernah beraegyo padamu jadi jangan panggil aku dengan sebutan itu. Jangan samakan aku denganmu!”, Protesku galak.
“Aigoo, My Aegyo Princess. Jangan marah – marah seperti itu, nanti kerutan di wajahmu bertambah banyak. Kamu harus mau di panggil Aegyo Princess, karna kamu adalah pasanganku sang Aegyo Prince”, Paksa Sungmin Oppa bangga.
“Terserah kamulah Oppa”, Dengusku kesal meninggalkannya.

@Rumah Sunhi

“Oppa aku masuk dulu ya, terima kasih sudah mengantarku”, Ucapku sambil membuka pintu mobil.
“Chagi,Poppo”, Ucapnya manja sambil menyodorkn pipinya.

Sekilas aku mencium pipinya, tapi dengan cepat ia menahan kepalaku agar tetap mencium pipinya. Aku langsung berusaha menjauhkan pipinya dari bibirku,

“Yaa!! Oppa, kamu mau membuatku kehabisan nafas? Hidungku tertutup pipimu tau (Ceileh Sunhi, emank pipi sungmin segede apa sih..hahaha *author menghilang*”, Marahku setelah berhasil menjauhkan pipinya.
“Hahaha, mianhae chagi. Habis kamu selalu mencium tidak lebih dari 3 detik, aku tidak merasa apapun”, Senyum Sungmin Oppa tanpa rasa bersalah.
“Ya sudah aku masuk dulu. Oppa, hati – hati ya”, Ucapku sambil keluar dari mobil.
“Chagi”, Panggil Sungmin Oppa,
“Ne?”,
“Saranghae”,
Aku tersenyum mendengarnya, “Nado saranghae Oppa”.

Aku langsung berlari menuju rumahku dengan senyum senang,

-O0oo0O-

Keesokan harinya,

_Sungmin POV_

Seperti biasa aku memulai aktivitasku sebagai dokter dan wakil direktur rumah sakit,
Tok..tok..tok

“Masuk”, Ucapku.
“Maaf Dok, ini sudah saatnya periksa pasien. Hari ini Anda juga harus menangani pasien dari dokter Donghae, karna selama seminggu ini Dokter Donghae ada pekerjaaan di luar kota”, Ucap seorang perawat memberitahuku.
“Baiklah, kajja kita ke ruang pasien”, Ucapku sambil membawa peralatan dokterku.

Sampai di sebuah kamar pasien,

“Selamat pagi, kita periksa dulu ya”, Sapaku ramah pada pasien itu.
“Pagi dokter Lee Sungmin”, Balas pasien tersebut.
“Yoo Jin???”, Ucapku terkejut saat melihat pasien yang di tangani dr. Donghae.
“Oppa, kamu sudah menjadi dokter sekarang? Sudah 2 tahun kita tidak bertemu, sekarang kamu bertambah tampan”, Pujinya dengan muka berseri.
“Terima kasih Yoo Jin~ssi. Maaf aku harus memeriksamu sekarang, pasienku yang lain sudah menunggu”, Ucapku dingin sambil menghampirinya.

Sreeekkkkkk…
Tiba – tiba saja Yoo Jin memelukku, membuatku menimpa tubuhnya.

“Oppa, bogoshipeo”, Ucapnya memeluk erat tubuhku.
“Maaf Yoo Jin~ssi, aku sedang bertugas bisakah kau sedikit sopan”, Ucapku melepaskan pelukannya. Dapat kulihat raut mukanya yang berubah kesal.
………………….
“Baiklah sudah selesai, 2 hari lagi kamu sudah bisa pulang. Aku permisi”, Pamitku tanpa melihatnya sedikitpun.

Selesai dari memeriksa pasien, aku kembali keruanganku.

“Aisshh, mengapa sekarang ia muncul lagi dihadapanku. Semoga ini tidak berdampak apa – apa pada hubunganku dengan Sunhi”, Harapku dalam hati.
Tok..tok..tok..

“Oppa”, Panggil yeojaku manja.
 Aku langsung menatapnya yang sudah berdiri di depan pintu dan tersenyum, “Ne chagi, ada apa?”,
“Apa kau sibuk?”, Tanyanya
“Tidak terlalu, kenapa? Kamu kangen ya padaku?”,
Dia diam sejenak, ”Ne oppa. Padahal baru tadi pagi kita bertemu, tapi kenapa aku sangat rindu padamu. Bagaimana kalau kita makan siang di luar? Kebetulan ini sudah mau jam makan siang, setelah itu aku mau langsung pulang, hehee”, Ucapnya sambil tertawa kecil.
“Ternyata aku memang ngangenin ya chagi, kajja kita makan di luar”, Ajakku menarik tangannya.

Selesai makan siang, aku langsung mengantarkannya pulang. Karna hari ini ia sudah tidak ada pekerjaan lagi.

“Chagi, nanti malam aku jemput ya. Kita makan malam di luar, oke?”,
“Ne Oppa, aku tunggu jemputanmu”,

#Malam hari#

_Sungmin POV_

Malam ini aku berniat melamar Sunhi, semua persiapan sudah siap. Dan sekarang Aegyo Princessku sudah duduk manis di hadapanku dengan gaun merah muda yang membuatnya semakin cantik.

“Oppa, ada apa denganmu? Kenapa kamu tersenyum terus dari tadi?”, Tanyanya heran
“Tidak apa – apa, kamu terlihat sangat cantik chagi. Sungguh”, Ucapku tulus dari hatiku.
“Gomawo Oppa”, Ucapnya malu – malu, membuat pipinya semakin merona merah.

Kami makan malam diiringi dengan dentingan tuts - tuts piano dan alunan biola, sungguh malam yang sangat romantis. Dan sebentar lagi hidangan penutup datang. Kejutan pun akan segera datang. Saat sedang asyik memakan sajian terakhir,

“Ahh, apa ini? Ada benda keras di dalam kueku”, Ujar Sunhi saat memotong kuenya. Ia berusaha memisahkan benda tersebut dari kue. “Cincin????”, Pekiknya terkejut saat melihat benda itu.

Aku tersenyum melihat ekspresinya, mengambil cincin itu dan langsung membersihkan cincin tersebut.

“Sunhi~ah, maukah kamu menikah denganku?”,

Aku lihat Sunhi hanya melongo melihatku menyatakan ini,

“Chagi~ya, jawab aku. Jangan menunjukkan ekpresi seperti itu”,
“Ahh, eeh. Mianhae Oppa, aku hanya sedikit terkejut dengan semua”,
“Would u be my wife?”, Tanyaku sekali lagi.
“Ne Oppa, aku mau“, Jawabnya dengan mata berkaca – kaca.

Aku langsung memasangkan cincin itu di jari manisnya, dan mencium hangat tangannya.

@Kamar Sunhi

_Sunhi POV_

“Benarkah tadi Sungmin Oppa melamarku? Dan 2 bulan lagi aku sudah resmi menjadi istrinya,aku tidak sedang bermimpi kan?”, Tanyaku dalam hati.
“Awwwwww”, Jeritku saat mencubit tanganku. “Ternyata ini bukan mimpi, ini nyata”, Ucapku senang sambil melihat jari manisku yang sudah tersemat sebuah cincin berlian.

-O0oo0O-

_Author POV_

3 Hari kemudian..

“Siang Oppa!!!!”, Sapa seorang Yeoja yang tiba – tiba masuk ke ruangan Sungmin tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Sungmin yang terkejut langsung melihat ke arah yeoja itu, “ Yoo Jin? Untuk apa kamu disini? Bukankah kamu sudah sembuh”, Tanya Sungmin terkejut, dan langsung kembali fokus pada pekerjaannya.

Yoo Jin langsung berjalan mendekati Sungmin, dan duduk di depan meja Sungmin. Memperhatikan Sungmin yang masih serius dengan pekerjaannya.

“Bagaimana kalau kita makan siang? Sudah lama kita tidak makan berdua”, Ajak Yoo Jin.
“Mianhae, tapi siang ini aku ingin makan bersama SUNHI, YEOJACHINGUKU”, Tolak Sungmin dengan menekankan nama Sunhi.
“Oppa masih bersama Sunhi? Aku kira kalian…”,
“Sudah putus? Perkiraanmu salah, kami masih pacaran bahkan 2 bulan lagi kami akan menikah. Maaf aku mau pergi dengan Sunhi, kalau urusanmu sudah selesai kamu bisa keluar dari ruanganku”, Ucap Sungmin sambil berjalan meninggalkan Yoo Jin yang masih terdiam.
“Ini tidak mungkin, kamu tidak mungkin menikah dengannya. Pernikahan itu tidak akan pernah terjadi, kamu hanya boleh menikah denganku Oppa”, Senyum Yoo Jin mengembang setelah terlintas sebuah ide.

@Restoran

“Oppa, kamu sedang memikirkan apa?”, Tegur Sunhi pada Sungmin yang dari tadi hanya melamun.
“Ahh, aku tidak sedang memikirkan apa – apa. Setelah ini kita jadi kan fitting baju pengantin?”, Tanya Sungmin.
“Ne Oppa, aku sudah tidak sabar mencoba baju pengantinnya”, Jawab Sunhi bersemangat.

#skip fitting baju#

@Rumah Sunhi

“Oppa, besok aku kan libur. Aku boleh ya ke makam orangtuaku”, Pinta Sunhi pada Sungmin.
“Ne, kalau begitu besok aku ijin kerja saja untuk mengantarkanmu”, Ucap Sungmin.
“Tidak usah oppa, aku bisa pergi sendiri. Oppa kerja saja, masa hanya karna aku kamu sampai ijin dari pekerjaanmu”,
“Tapi aku tidak tega membiarkanmu pergi sendiri, bagaimana kalau kamu di antarkan supirku?”,
“Hmmm, baiklah. Aku setuju – setuju saja”,

-O0oo0O-

Keesokan harinya…
Hari ini Sunhi sedang mengunjungi makam orang tuanya, dan aku selalu sibuk di rumah sakit.

“Sungmin Oppa”, Panggil seorang yeoja di depan ruanganku.

Aku langsung menoleh ke arah pintu,

“Yoo Jin~ssi? Mau apa kamu kesini lagi? Aku sedang sibuk, tolong jangan ganggu aku”,
“Sebentar lagi sudah jam istirahat, kita makan di luar ya Oppa. Sunhi sedang libur kan? Daripada kamu makan sendiri lebih baik kita makan bareng”, Tawar Yoo jin.

Setelah Yoo jin membujukku dengan segala cara, akhirnya akupun mau menerima tawarannya, selama makan siang dia terus saja bercerita tentang masa – masa saat kami pacaran. Akupun hanya menanggapinya dengan senyum dan sedikit berkomentar.

“Oppa, terimakasih mau makan siang denganku. Maaf dari tadi aku selalu membahas kejadian – kejadian saat kita masih pacaran. Tapi sekarang aku sudah belajar untuk menerima kalau Oppa sudah milik Sunhi, jadi aku berharap kita bisa menjadi teman”, Ucap Yoo Jin penuh harap.
“Ya, aku senang kalau kamu sudah menerima itu. Semoga kita tetap bisa berteman”, Jawabku.

-O0oo0O-

Keesokan harinya…
Hari ini Yoo Jin kembali datang ke ruanganku, kali ini ia datang untuk memeriksakan dirinya. Saat ia hendak kuperiksa, tiba – tiba ia menarik tubuhku hingga kini aku menimpa tubuhnya,

“Oppa, apa kamu sedang sibuk?”, Tanya Sunhi yang tiba – tiba masuk ke ruanganku membuat kami langsung menoleh kearahnya,
“Cha..chagi~ya”, Ucapku terbata.

_Sunhi POV_

Karna waktuku mengajar masih lama, aku berinisiatif ke ruangan Sungmin Oppa. Namun apa yang kulihat, Sungmin Oppa sedang bersama Yoo Jin. Dan entah apa yang mereka lakukan, hingga Sungmin Oppa sedang berada di atas tubuh Yoo Jin. Kalian pasti bingung kenapa aku bisa mengenal Yoo Jin, padahal aku belum pernah melihatnya karna dulu aku buta. Sebelumnya aku sempat melihat photonya, Sungmin Oppa yang menunjukkannya padaku sebelum akhirnya ia membuang semua photo yeoja itu.

“Mianhae kalau aku menganggu kalian”, Maafku, lalu berlari meninggalkan mereka.
“Sunhi~ah, Chagi, Tunggu sebentar”, Teriak Sungmin Oppa memanggilku.

Aku tidak mengindahkan panggilannya, dan langsung mencari taksi.
Selama di perjalanan aku terus menangis mengingat kejadian tadi, aku tidak menyangka Sungmin Oppa masih berhubungan dengan mantan yeojachingunya itu. Aku berhenti di sebuah cafe, setelah memesan segelas cokelat hangat aku mencari tempat duduk di pojok cafe.

 “Boleh aku duduk disini?”, Tanya seorang namja yang sudah berdiri dihadapanku.

Aku hanya menatapnya, tidak memberikan jawaban apa – apa . Hingga akhirnya ia memutuskan untuk duduk di depanku.

“Kenalkan namaku Cho Kyuhyun, kau tidak ingat aku?”, Tanyanya sambil tersenyum.
“Namaku Park Sunhi, apa sebelumnya kita pernah bertemu? Aku sedikit familiar dengan wajah dan namamu”, Tanyaku bingung.
“Kita pernah tabrakan saat dirumah sakit. Apa kau ingat?”,
“Ahhh, ne aku ingat. Tentang kejadian itu, sekali lagi aku minta maaf”,
“Tidak apa – apa, itu bukan kesalahanmu. Sepertinya kamu habis menangis? Kamu sedang ada masalah? Akan lebih baik kalau kamu menceritakan itu pada seseorang, dariapada kamu simpan sendiri”, Ucapnya menasehatiku.

Aku seperti terhipnotis dengan ucapannya, akhirnya aku menceritakan semua kejadian beberapa jam lalu ke namja yang baru saja aku kenal.
Selesai bercerita,

“Sepertinya sudah sore, mianhae aku harus pulang. Maaf aku jadi curhat padamu, padahal kita baru kenal”
“Gwenchana Sunhi~ssi, aku akan selalu siap untuk menjadi teman curhatmu”, Ucap Kyuhyun dengan senyum hangatnya.
“Ne, Gamsahamnida. Aku pulang dulu ya”, Pamitku padanya.

Selama perjalanan pulang, aku merasa hatiku sedikit lega. Sampai aku melihat Sungmin Oppa sedang berdiri di depan rumahku,

“Chagi~ya, kamu darimana saja? Aku dari tadi menunggumu disini, handphonemu juga tidak aktif”, Tanya Sungmin dengan nada cemas.
“Bukan urusanmu Oppa, lebih baik kamu urus saja yeoja itu”, Jawabku dingin seraya membuka pintu rumahku.
“Chagi, tolong dengarkan penjelasanku dulu, jebaall”, Mohon Sungmin Oppa menahan tanganku agar aku tidak masuk rumah.

Aku menatapnya diam, menahan emosiku. Air mataku mulai mengenangi pelupuk mataku,

“Apa yang harus Oppa jelaskan?! Aku sudah melihat semua, dan itu sudah cukup jelas! Kalian masih saling mencintai, dan lebih baik cincin ini Oppa berikan padanya!”, Marahku sambil melepas cincin berlian yang melingkar di jari manisku.
“Sunhi~ah, itu semua tidak benar. Tolong dengarkan aku dulu”,
“Cukup Oppa, aku sudah sangat lelah. Aku ingin istirahat, selamat sore”, Ucapku cepat, dan langsung menutup pintu.
“Sunhi~ah!!!”, Panggil Sungmin Oppa dari luar.

Aku menangis sejadinya di kamar, khayalanku tentang pernikahan hancur sudah karna kejadian ini.

_Author POV_

Di lain tempat..

“Hahaha, sepertinya rencanaku berhasil. Pernikahan Sungmin Oppa dan yeoja itu tidak akan pernah terjadi, dan Sungmin Oppa akan menjadi milikku selamanya”, Senyum Yoo Jin penuh kemenangan.

Lalu tiba – tiba muncullah seorang namja,

“Jadi ini semua rencanamu Yoo Jin~ssi? Aku tidak menyangka kamu bisa sejahat itu”, Ucap Kyuhyun.
“Kamu tidak usah ikut campur Kyuhyun~ssi, Ini  bukan urusanmu”,
“Benarkah? Kita lihat saja, Sungmin tidak akan pernah menjadi milikmu. Karna hanya SUnhi yang akan menjadi istrinya”, Ucap Kyuhyun menunjukkan evil smilenya. Dan langsung meninggalkan Yoo Jin.

-O0oo0O-

@Kamar Sunhi

Sudah beberapa hari Sunhi tidak bekerja, jangankan  kerja. Keluar rumah saja tidak, wajahnya terlihat sangat pucat, rambutnya kusut, ia terlihat seperti orang yang sudah tidak punya semangat hidup lagi.

Tuliiiiliitt…tuliiiliitt….

“Yobseyo”,  Sapa Sunhi lemah.
“Sunhi~ssi, kamu kemana saja? Beberapa hari ini aku tidak melihatmu di rumah sakit”, Tanya seorang namja bernama Cho Kyuhyun khawatir.
“Aku sedang tidak enak badan Kyuhyun~ssi, jadi aku tidak masuk kerja”, Jswab Sunhi sekenanya.
“Apa kamu sudah berobat? Cepat beritahu aku alamat rumahmu”,

Akhirnya Sunhi memberikan alamat rumahnya pada Kyuhyun.
Beberapa saat kemudian,

_Sunhi POV_

Ting..Tong…
Dengan malas aku berjalan menuju pintu,

“Kyuhyun~ssi, untuk apa kamu kesini?”, Tanyaku.
“Untuk mengecek keadaanmu. Lihatlah, mukamu lusuh sekali. Tubuhmu semakin kecil saja, aku takut tidak ada baju yang cukup untukmu. Jangan – jangan nanti kamu harus memakai baju anak kecil karna tidak ada baju yang pas untukmu”,

Aku sedikit tersenyum mendengar candannya, dan tiba – tiba saja semua gelap…
Di dalam mimpiku, aku merasakan Sungmin Oppa sedang bersamaku. Aku dapat melihatnya sedang tersenyum dihadapanku, bahkan aku bisa mencium wangi tubuhnya. Dan dapat kurasakan genggaman lembut tangannya, membuatku merasa nyaman. Sudah beberapa hari ini aku tidak merasakan genggaman tangannya, dan kali ini aku dapat merasakannya kembali. Bahkan terasa sangat nyata, sampai akhirnya aku sadar kalau ini bukan mimpi,

“Eeuunghhh”, Erangku merasakan kepalaku yang sangat sakit.
“Chagi~ya, apa yang sakit?”, Tanya Sungmin Oppa panik.

Aku tidak menjawab pertanyaannya,aku masih merasa sangat lemas. Mungkin ini karna makanku yang tidak teratur, bahkan sejak tadi malam belum ada makananan yang masuk ke perutku. Aku hanya menatap Sungmin Oppa dan Kyuhyun yang berdiri dibelakangnya,

“Chagi~ya, maafkan aku. Karna aku kamu jadi seperti ini, tadi Kyuhyun menghubungiku dan memberitahu keadaanmu. Aku benar – benar minta maaf chagi”, Maaf Sungmin menyesal.

Air mataku kembali mengalir, aku memalingkan wajahku darinya.

“Sunhi~ah kali ini tolong dengarkan aku. Kejadian kemarin itu hanya salah paham, saat itu Yoo Jin datang untuk memeriksakan dirinya. Dan tiba – tiba saja saat aku ingin memeriksanya, ia menarik tubuhku hingga jadi seperti yang kau lihat. Aku benar – benar sudah tidak mencintai Yoo Jin chagi, only you in my heart Sunhi~ah”, Jelas Sungmin Oppa berusaha meyakinkanku.
“Itu benar Sunhi~ssi. Kemarin tidak sengaja aku mendengar ucapan Yoo Jin, ia sengaja merencanakan ini supaya pernikahan kalian batal. Dan Sungmin menjadi miliknya lagi, aku harap kamu bisa percaya pada Sungmin”, Ucap Kyuhyun.

Aku langsung menatap Sungmin Oppa dan Kyuhyun,

“Benarkah apa yang kalian katakan?”, Tanyaku memastikan.
“Ne chagi, aku tidak bohong. Kamu mau kan memaafkan aku?”,

Aku kembali menangis, bukan tangisan sedih melainkan tangisan lega karna sudah mengetahui semua, 

”Mianhae Oppa, aku telah salah paham padamu. Mungkin aku sangat egois, tidak mau mendengarkan penjelasanmu dulu”, Isakku dipelukan Sungmin Oppa.
Sungmin Oppa melepaskan pelukannya dan menatapku dengan senyum, ”Jadi pernikahan kita tidak akan batal kan? Kamu mau memakai cincin ini lagi?”, Tanya  Sungmin Oppa sambil mengeluarkan cincin yang beberapa hari lalu aku kembalikan.
“Ne Oppa, aku mau”,

-O0oo0O-

Akhirnya hari pernikahanku tiba, sekarang aku sedang berada di depan cermin yang memantulkan bayangan tubuhku yang dibalut gaun putih yang sangat anggun.

“Sunhi~ah, apa kamu sudah siap?”, Tanya Lee Ahjussi menghampiriku.
“Ne Ahjussii, aku sudah siap”, Jawabku.
“Mulai saat ini kamu haruis memanggilku Appa, arraseo?”,
“Ne Appa, arraseo”, Ucapku tersenyum lebar.

Aku berjalan menuju Sungmin Oppa yang sudah berdiri menungguku dengan senyum manisnya, akupun membalas senyumnya. Saat kami sudah siap mengucapkan janji pernikahan tiba – tiba,,

“TUNGGU!! Pernikahan ini tidak boleh terjadi, HANYA AKU YANG BOLEH MENIKAH DENGAN SUNGMIN OPPA!!”, Teriak Yoo Jin yang berdiri dengan gaun pengantin membalut tubuhnya.
“Yoo Jin~ssi!! Sedang apa kamu disini, cepat keluar!!”, Teriak Kyuhyun berusaha menyeret Yoo Jin.
“Yaaa!! Kyuhyun~ssi, lepaskan aku!! Aku harus menikah dengan Sungmin Oppa, Lepaskan!!”, Berontak Yoo Jin.

Dengan bantuan petugas keamanan akhirnya Yoo Jin berhasil di jauhkan dari acara kami, dan upacara pernikahan kami pun berjalan dengan lancar dan penuh hikmat.

-O0oo0O-

Beberapa bulan keemudian,
Aku dan Sungmin Oppa sedang berada di sebuah ruangan seluas 3 x 4 m, dan di situ terlihat seorang yeoja yang sedang duduk dengan tatapan kosong, tapi mulutnya terus saja memanggil nama Sungmin Oppa. Bahkan terkadang ia menangis dan tertawa sambil terus memanggil nama Sungmin Oppa.

~ THE END ~

Tuesday, May 22, 2012

[ONESHOOT] All My Heart

Diposkan oleh JJhaemin di 7:22 PM
 
Author : labumin010186
Title : All My Heart
Rating : T
Genre : Romance
Cast :
Lee Sungmin as Lee Sungmin
IU / You as Park Sunhi
Uee as Kim Yoo Jin
Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun

Iseng - iseng ikutan lomba fanfiction, alhamdulillah ternyata menang..hehehe. Walaupun hadiahnya ngga seberapa, tapi bangga juga. Karya kita di hargai. FF ini juga udah aku post di FB dan juga di post di sjfanfictionifc.wordpress.com, jadi ngga ada tuh yang namanya plagiat. Ini murni hasil karya aku..:) Jangan lupa tinggalin jejaknya ya..
#####################


_Sungmin POV_

Aku memasuki rumahku yang megah, saat di ruang tamu aku melihat eomma bersama seorang yeoja. Entah siapa yeoja itu, dan pastinya itu bukan urusanku. Akupun melewati mereka menuju kamarku.
 
“Sungmin~ah, kesini dulu sayang. Eomma mau mengenalkan seseorang padamu”, Ucap Eomma menyuruhku untuk menghampirinya. Dengan malas akupun menghampirinya dan yeoja itu.
“Kenalkan ini Park Sunhi, dia kerja di rumah sakit Appamu sebagai seorang motivator dan pengajar huruf braille”, Ucap eomma mengenalkan yeoja disampingnya.
“Annyeong aku Park Sunhi, senang berkenalan denganmu”, Ucapnya ramah sambil mengulurkan tangannya.

Aku diam saja melihatnya, aku bingung kenapa uluran tangannya tidak dihadapanku,

“Aku Lee Sungmin, aku ada dihadapanmu. Sepertinya tanganmu salah tempat”, Ucapku dingin.
“Ahh, mianhae”, Maafnya sambil menarik uluran tangannya kembali.

Aku merasa ada yang aneh dengan yeoja ini, tapi aku masih tidak tahu apa. Aku terus memperhatikan dia,

“Kamu buta??”, Tanyaku cepat tanpa rasa bersalah.
“Sungmin~ah!! Kamu harus sopan bicara dengan orang yang kamu baru kenal!”, Marah eomma padaku.
“Gwenchana ahjumma. Ne, aku buta sejak beberapa tahun ini”, Jawabnya dengan senyum.
“Lalu bagaimana kamu bisa bekerja dengan keadaan seperti itu?”, Tanyaku lagi.
“Justru kekuranganku ini membuatku lebih mudah dalam bekerja. Aku bisa memahami perasaan mereka karna aku juga mengalaminya. Akupun bisa dengan mudahnya memotivasi mereka kalau buta itu tidak menjadi halangan untuk sukses”, Ucapnya semangat.
“Baiklah, aku mengantuk. Aku mau tidur dulu”, Ucapku acuh tak acuh.
“Yaaa!! Sungmin~ah kamu jangan pergi dulu!!”, Teriak eomma memanggilku.

Aku tidak mendengarkannya, dan langsung saja menuju kamarku.

_Author POV_

“Mianhae Sunhi~ssi atas sikap Sungmin. Dia memang seperti itu, kami terlalu memanjakannya hingga membuat ia seperti itu. Dari kecil semua keinginannya selalu kami turuti, hingga ia dewasa tingkahnya menjadi seperti itu. Dia selalu bertindak seenaknya, dan selalu mencari masalah. Makanya dengan adanya kamu, kami berharap dia bisa berubah”, Harap Lee ahjumma pada Sunhi.
“Ne, semoga saja aku bisa merubahnya. Kalau begitu aku pulang dulu ahjumma”, Pamit Sunhi.

*MALAM HARI*

“Mwo???? Eomma Appa, kalian sedang tidak mabuk kan? Aku dijodohkan dengan yeoja buta itu??”, Teriak Sungmin menolak perjodohan itu.
“Sungmin~ah, kamu jangan bicara seperti itu. Walaupun ia memiliki kekurangan, ia sangat baik. Bahkan semua orang di rumah sakit senang dengannya karna keramahannya”, Ucap Lee Ahjussi.
“Appa!! Aku sudah memiliki yeojachingu, jadi kalian tidak bisa seenaknya menjodohkan aku dengan yeoja lain!!”, Tolak Sungmin mentah – mentah.
Lee ahjussi menghela nafasnya sebentar, “ Apa kamu mau terus – terusan dengan yeoja yang hanya mencintai uangmu?”, Tanyanya pelan.
“Maksud Appa? Dia bukan yeoja seperti itu, Appa tidak tahu apa – apa tentangnya”, Ucap Sungmin membela yeojachingunya.
“Benarkah? Lalu kenapa hampir setiap hari kamu selalu membelikannya barang – barang apapun yang ia mau, bahkan kalian selalu makan di restoran mewah, apa itu tidak bisa diartikan kalau dia hanya mencintai uangmu?”, Tanya Lee ahjussi yang sukses membuat Sungmin terdiam.

Sungmin terdiam mendengar perkataan Appanya, ia bingung harus menjawab apa lagi. Akhirnya Sungmin meninggalkan orang tuanya yang hanya saling bertatapan melihat tingkah laku anaknya.

                                        ################################

*KEESOKAN HARINYA*

_Sungmin POV_

“Sungmin~ssi, cepat bangun. Hari ini kamu kuliah pagi kan? Cepat mandi dan sarapan, orang tuamu sudah menunggu dibawah”, Teriak seseorang yeoja.

Aku mengerjap – ngerjapkan mataku berusaha menyesuaikan cahaya matahari yang masuk lewat jendela kamarku.

“Kamu??? Ngapain pagi – pagi kamu disini?”, Tanyaku galak saat melihat siapa yang membangunkanku.
“Aku disuruh orang tuamu untuk membangunkanmu, kata mereka kamu paling susah yang namanya bangun tidur. Tapi nyatanya kamu cepat sekali bangun”, Ucapnya riang.
“Huh, kamu jangan senang dulu. Aku bangun bukan karna kamu yang membangunkanku, tapi hari ini aku mau menjemput yeojachinguku makanya aku dengan mudah dibangunkan olehmu”, Cibirku berlalu meninggalkannya.
“Kamu mau mandi? Setelah mandi cepat ke bawah, orang tuamu sudah menunggu”, Pesannya padaku.
“Kamu tidak berhak memerintahku seperti itu, kita baru kenal jadi jangan seenaknya memerintahku!”, Ucapku kesal dengan sikapnya.
“Tapi pasti nanti aku berhak memerintahmu kalau kita sudah menikah”, Ucapnya ringan sambil berjalan pelan kearah pintu.
“Selamanya aku tidak akan pernah menikah dengan yeoja buta sepertimu, jadi kamu jangan bermimpi menikah denganku!”, Ucapku tajam.

Dia membalikkan tubuhnya, dan tersenyum sebentar. Lalu kembali meraba – raba membuka pintu kamarku.

@RUANG MAKAN

Aku melihat orang tuaku sedang sarapan dan asyik mengobrol dengan yeoja itu, akupun melalui mereka tanpa menoleh sedikitpun.

“Sungmin~ah, ayo sarapan dulu”, Ajak Eomma saat melihatku.
“Aku tidak sarapan Eomma, aku mau menjemput Yoo Jin”,
“Hari ini kamu berangkat dengan Sunhi, antarkan dia ke rumah sakit, jadi kamu batalkan janjimu dengan yeojachingumu itu”, Ucap Appa sambil menyeruput kopinya.
“Appa!! Appa jangan seenaknya seperti itu, aku tidak mau!”, Tolakku ketus.
“Kalau kamu tidak mau, Appa tinggal memblokir kartu kreditmu. Jadi sekarang terserah kamu, semua keputusan ada ditanganmu”, Ucap Appa ringan.
Aku mendengus kesal mendengarnya, dengan terpaksa aku mengikuti kata – kata Appa. “Baiklah, aku akan mengantarkan ia ke rumah sakit”.
………………………………..
“Aku sudah selesai, aku ke mobil duluan. Heh, kamu, cepat sarapannya. Aku tunggu di mobil, jangan lama – lama atau aku tinggal!”, Ancamku meninggalkan ruang makan.
….……………………………
“Isshh, kemana sih yeoja itu, kenapa lama sekali”, gerutuku yang sudah bosan menunggunya keluar.

Tiinnn…ttiiinnn…tinnnn…

“Ahh, Sungmin~ssi. Mianhae aku lama sekali  sarapannya, tadi aku keasyikan mengobrol dengan orang tuamu”, Maaf yeoja itu.
“Cepat naik, kamu mau membuatku terlambat kuliah??”, Bentakku menyuruhnya masuk.

Dengan pelan ia duduk disampingku, dan meraba – raba mencari seat belt. Aku yang dari tadi diam, berinisiatif membantunya, akhirnya aku pasangkan seat belt itu padanya sambil terus menatapnya,
Deg…

“Ada apa dengan jantungku? Melihatnya sedekat ini membuat jantungku seakan berhenti. Aiissh Lee Sungmin apa yang terjadi, ingat dia yeoja buta. Dia tidak selevel denganmu”, Keluhku dalam hati.

@RUMAH SAKIT

“Sudah sampai, cepat kamu turun!! Aku harus cepat – cepat ke kampus”, Suruhku mengusirnya dari mobil.
“Ne, gamsahamnida Sungmin~ssi! Aku harap kamu nanti menjemputku lagi, karna itu perintah orang tuamu”, Ujarnya seraya keluar dari mobilku.

Setelah ia keluar, aku cepat – cepat menuju kampus. Bukan karna aku takut terlambat masuk kelas, tapi aku ingin menjelaskan semua pada Yoo Jin. Dia tadi sangat marah karna aku tidak menjemputnya.

@KAMPUS

Aku cepat – cepat mendatangi kelas Yoo Jin, dan melihatnya sedang mengobrol dengan Cho Kyuhyun. Saking asyiknya mereka mengobrol, mereka sampai tidak tahu kalau akau datang.

“Chagi~ah, ikut aku sebentar. Ada yang harus aku jelaskan padamu”, Ajakku sambil menarik paksa tangannya.
“Yaaa!! Lee Sungmin, kamu tidak usah menarikku seperti itu. Tanganku sakit!”, Teriaknya berusaha melepas genggaman tanganku.
“Ah, mianhae Yoo Jin~ah. Aku hanya tidak suka kamu berbicara terlalu dekat dengannya”, Sesalku melepaskan tangannya.
“Kamu terlalu berlebihan Sungmin~ah. Aku hanya mengobrol dengannya”, Ucap Yoo Jin kesal melihat tingkahku.
“Mianhae chagi~ah. Palli, kita ke kantin saja. Aku ingin menjelaskan semua padamu”, Ucapku lembut, sambil merangkulnya.

Aku menatap Kyuhyun yang sedang menunjukkan evil smilenya, sungguh aku kesal melihatnya. Senyummnya seperti sedang mengejekku. Aku berusaha mengacuhkannya, dan segera pergi menuju kantin.

@KANTIN

“Chagi, mianhae tadi pagi aku tidak bisa menjemputmu. Appa menyuruhku untuk mengantarkan pegawainya ke rumah sakit. Dan sepertinya pulang kuliah nanti aku juga tidak bisa mengantarmu, karna aku harus menjemputnya”, Maafku sambil menggenggam tangannya.
“Mwo? Jadi kamu lebih memilih pegawai itu dibandingkan aku?”, Tanya Yoo Jin dengan nada tinggi.
“Bukannya seperti itu, aku juga tidak ingin menjemputnya. Tapi kalau aku menolak perintah Appa, Appa bisa memblokir kartu kreditku. Jadi aku tidak ada pilihan lain, mau tak mau harus mengantar dan menjemputnya”, Ucapku dengan wajah memelas.
Aku terdiam sejenak dan meneruskan omonganku,, “Sebenarnya ada yang ingin kukatakan lagi. Appa dan Eommaku menjodohkan aku dengan yeoja itu”,
“Apa??? Kamu dijodohkan??”, Teriak Yoo Jin memotong omonganku.
Cepat – cepat aku melanjutkan omonganku agar ia tidak salah paham “Sungguh aku sudah menolaknya. Tapi entah kenapa Eomma dan Appa masih bersikeras menjodohkanku dengannya. Aku tidak tahu lagi harus bagaimana”.

Yoo Jin hanya terdiam mendengar semua, sepertinya ia sedang memikirkan sesuatu, entah apa itu.

                                             ################################

Satu bulan sudah berlalu, dan setiap harinya aku mengantar dan menjemput Sunhi. Bahkan terkadang aku menemaninya untuk berbelanja bahan makanan di rumahku. Ya, dia memang menginap di rumahku atas dasar permintaan orang tuaku. Dan semenjak kehadiran Sunhi, aku merasa ada yang berubah dengan kehidupanku. Aku merasa hidupku lebih teratur, dan tidak hidup seenaknya seperti dulu. Apa kalian menanyakan bagaimana hubunganku dengan Yoo Jin? Hubunganku dengannya masih baik, eh, aku tidak tahu baik apa tidak. Yang jelas kami masih berpacaran, walaupun kami jarang bertemu karna jadwalku yang lebih sering bersama Sunhi. Seperti sekarang ini, aku sedang bersamanya di supermarket untuk membeli bahan makanan.

“Hmmmm, jadi ini yeoja yang dijodohkan denganmu itu?”, Ujar seorang yeoja dengan nada meremehkan.

Aku  langsung menoleh kearah yeoja itu, dan siapa yang aku lihat? Kim Yoo Jin bersama CHO KYUHYUN !

“Chagi~ah? Sedang apa kamu dengan namja itu?”, Tanyaku terkejut melihatnya.
“Aku sedang jalan dengannya, memang kenapa? Bukankah kamu juga sedang bersama yeoja lain”, Jawabnya ringan.
“Sungmin~ssi, ada apa? Apa ada yeojachingumu?”, Tanya Sunhi yang berada di sebelahku.
“Ternyata kamu yeoja yang dijodohkan dengan Sungmin? Huh, ternyata kita tidak selevel. Penampilanmu sangat biasa,berbeda jauh denganku. Aku bingung kenapa orang tua Sungmin bisa menjodohkan Sungmin denganmu”, Ucap Yoo Jin ketus.
“Yoo Jin~ah! Kamu tidak pantas berbicara seperti itu. Aku mohon sopanlah sedikit!”, Bentakku tidak suka mendengar perkataan Yoo Jin. Aku terkejut dengan omongan yang keluar dari mulutku, aku sendiri tidak sadar kenapa bisa bebicara seperti itu.
“Gwenchana Sungmin~ssi, aku memang seperti yang ia katakan”, Ucap Sunhi tersenyum.  “Aku juga tidak tahu kenapa kami bisa dijodohkan, hanya orangtua Sungmin~ssi yang tahu. O iya, kenalkan aku Park Sunhi, aku bekerja di rumah sakit milik Lee ahjussi”, Ujar Sunhi memperkenalkan dirinya dan membungkuk.
Yoo Jin mengacuhkan perkenalan itu, dia lebih memperhatikan Sunhi dari atas ke bawah, “Untuk apa tongkat yang kau pegang itu? Ah, aku tahu. Kamu buta?? Aigooo, aku tidak tahu apa yang ada dipikiran Lee ahjussi. Bagaimana bisa seorang Lee Sungmin pewaris tunggal rumah sakit dan department store terbesar di Korea dijodohkan dengan yeoja buta sepertimu, tidak masuk akal!”,Ketus Yoo Jin menghina Sunhi.

Untuk kali ini entah kenapa aku sangat marah mendengar perkataan Yoo Jin, yeojachinguku sendiri.

“Yoo Jin~ah!!! Kali ini kamu sudah sangat keterlaluan! Kamu tidak boleh menghina orang seperti itu!!”, Bentakku keras, membuatnya sedikit terkejut.
“Sungmin~ah, kamu memarahiku hanya karna aku bicara seperti itu padanya? Apa kamu sudah mencintainya, dan lebih memilihnya dibanding aku??”, Tanya Yoo Jin keras.

Aku tidak bisa menjawab pertanyaan itu, mulutku berat untuk membuka.

“Huh, sepertinya kamu mulai mencintainya. Kalau begitu lebih baik kita putus, lagi pula aku juga sudah menemukan penggantimu”, Ucap Yoo Jin santai.
“Palli chagi, kita pergi dari sini. Biarkan dia bersama yeoja buta itu”, Ejek Yoo Jin seraya menggenggam tangan Kyuhyun yang hanya tersenyum penuh kemenangan melihatku.

Anehnya aku sama sekali tidak menyesal putus dengannya, aku menganggap semua ini biasa saja. Tidak berarti apa – apa.

“Sungmin~ssi, gwenchana?”, Tanya Sunhi pelan.
“Ne gwenchana, kalau sudah selesai ayo cepat kita pulang”, Jawabku dingin.

@RUMAH

Aku sedang terduduk diam di pinggir kolam renang, aku masih bingung dengan perasaanku. Bagaimana bisa aku putus dengan yeojachinguku, tapi aku tidak merasa sedih sama sekali. Bahkan ada perasaan sedikit lega, entah lega karna apa.

“Ehemm, Sungmin~ssi. Apa itu kamu?”, Ucap Sunhi membuyarkan lamunanku.
“Ne, ini aku. Ada apa?”,
“Boleh aku duduk? Aku ingin bicara sebentar denganmu”,
“Silahkan, kau mau bicara apa?”,
“Maaf, maafkan aku. Karnaku kamu jadi putus dengannya, seandainya kita tidak dijodohkan pasti hal ini tidak akan terjadi”, Maaf Sunhi dengan tulus.
“Kamu tidak salah, memang akhir – akhir ini hubunganku dengan Yoo Jin sedang tidak baik. Aku sering melihatnya sedang bermesraan dengan Kyuhyun, dan yang aku baru sadar sekarang. Selama aku berpacaran dengannya, dia hanya mencintaiku karna uangku. Selama ini aku selalu dimarahi Appa, karna setiap bulan tagihan kartu kreditku sangat besar. Ini karna aku selalu membelikan semua keinginan Yoo Jin”,
“Tapi tetap saja aku merasa bersalah, bisa saja kan ia dekat dengan Kyuhyun sebagai protes atas perjodohan ini”,
“Sudah kamu tidak usah berfikiran seperti itu, aku tidak menyesal putus dengannya. Bahkan anehnya aku sama sekali tidak merasa sedih, ada perasaan lega yang aku tidak tahu karna apa”,

Sesaat kami terdiam, diam – diam aku memandangi wajahnya. Sebenarnya ia yeoja yang cantik, bahkan menurutku ia juga yeoja yang baik. Jauh berbeda dengan Yoo Jin.

“Sunhi~ssi, apa aku boleh menanyakan sesuatu?”,
“Kamu mau menanyakan apa?”,
“Sejak kapan kamu tidak bisa melihat?”, Tanyaku hati – hati takut menyinggung perasaannya.
“Apa aku harus menjawabnya?”, Tanyanya balik dengan nada datar. Sepertinya ia merasa kurang nyaman membicarakan ini.
“Ehhmm, kalau kamu tidak mau menjawabnya, tidak apa – apa. Aku tidak memaksa”, Jawabku cepat.
Aku melihat ia sedikit menghela nafas, “6 tahun lalu, aku dan keluargaku mengalami kecelakaan mobil. Kedua orang tuaku meninggal di tempat, dan hanya aku yang selamat. Tapi sayangnya kedua mataku terkena serpihan kaca, hingga membuatku seperti sekarang ini”, Ucapnya dengan nada sedih.
“Mianhae Sunhi~ssi, aku tidak bermaksud membuatmu sedih”, Sesalku karna sudah membuatnya sedih.
Dia kembali tersenyum, “Tidak apa – apa Sungmin~ssi. Kamu tahu apa yang bisa membuatku kuat dengan keadaan itu? Ini semua karna Appamu”,
“Appaku? Bagaimana bisa?”, Tanyaku heran.
“Saat kami kecelakaan, kami dibawa ke rumah sakit Appamu. Di sana aku di rawat dengan baik oleh Appamu. Bahkan aku di rawat secara gratis karna ia tahu aku tidak memiliki saudara lagi. Saat aku mengetahui bahwa aku buta, aku merasa sangat terpukul. Yang ada dipikiranku saat itu, untuk apa aku hidup sendiri di dunia ini dalam keadaan buta. Aku merasa hidupku sudah berakhir, aku nyaris menjadi gila. Untung saja Appamu selalu menemaniku, dan memberikanku semangat dalam menjalani hidup ini. Sebenarnya ia mengajakku untuk tinggal di rumahmu, tapi aku tidak ingin merepotkannya. Akhirnya ia memberiku rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit, dan sebagai imbalannya aku memutuskan untuk bekerja di rumah sakit. Ya seperti kerjaanku sekarang ini”, Ceritanya panjang lebar.
“Jadi sebenarnya kalian itu sudah kenal lama? Aku kagum padamu, masih semuda itu bisa tegar menghadapi masalah sebesar itu”, Pujiku membuat wajahnya memerah.
“Ahh, kamu jangan berlebihan seperti itu. Ini semua karna Appamu juga, makanya aku sangat berterima kasih padanya”,
“Hmmm, sudahlah ini sudah malam, cepat kamu cepat tidur. Aku tidak mau pegawai Appaku ada yang telat kerja”,
“Hmm, ne aku tidur dulu Sungmin~ssi. Kamu juga jangan terlalu malam tidurnya, karna kalau kamu kesiangan, aku juga akan datang telat”, Ucap Sunhi sambil tertawa kecil.
                                                  ################################

 Keesokan harinya, seperti biasa aku mengantar Sunhi ke rumah sakit.

“Gomawo Sungmin~ssi, aku kerja dulu”,
“Mmmm, Sunhi~ssi. Boleh aku mengantarmu ke ruang kerja?”, Tanyaku ragu.
“Boleh, kajja !”, Ucapnya semangat.

Sampai di depan sebuah ruangan..

“Ini ruang kerjaku, silahkan masuk. Maaf kalau sedikit berantakan”,
Aku pun memasuki ruangannya, “Apa ini yang ia bilang berantakan. Sungguh ruangan ini sangat rapi, sangat berbeda dengan kamarku yang seperti kapal pecah”, Pikirku sambil terus memperhatikan sekeliling.
“Silahkan duduk,  kamu mau minum apa?”, Tanyanya menawarkan minum padaku.
“Ah, tidak usah repot. Kamu mulai mengajar jam berapa?”,
“Sekitar jam 8, nanti asistenku akan memberitahuku”,

Tok..Tok…Tok…

“Permisi Sunhi~ssi, murid – murid sudah menunggu”, Beritahu asisten Sunhi.
“Ah, ne. aku segera kesana. Kamu siapkan semua yang kita butuhkan”, Perintah Sunhi pada asistennya.
“Sungmin~ssi, maaf aku harus bekerja. Apa kamu mau menemui Lee ahjussi?”,
“Ah tidak, sepertinya aku ingin pulang saja. Mumpung libur aku mau tidur sepuasnya”,
“Hahaha, jangan terlalu lama tidurnya. Bisa – bisa kamu menjadi pangeran tidur”, Canda Sunhi.

Aku tertawa mendengar candaannya, sungguh aku merasa sangat nyaman berada didekatnya. Aku tidak langsung pulang, aku diam – diam mengikutinya sampai diruangan tempat ia mengajar. Dia terlihat sangat manis, sungguh aku mulai tertarik padanya.

“Lee Sungmin, ada apa denganmu? Apa kamu jatuh cinta padanya? Ahh, aku tidak tahu, aku bingung dengan perasaaanku”, Ucapku dalam hati sambil terus memperhatikannya.
“Ehemmm, Sungmin~ah apa yang kamu lakukan disitu?”, Tegur Appa yang berdiri dibelakangku.
Aku sangat terkejut dengan kehadiran Appa, “A..Appa, ehmmm..aku tidak sedang melakukan apa – apa”, Jawabku tersendat.
“Benarkah? Apa kamu sedang memperhatikan Sunhi?”, Tanya Appa menskak mat diriku.
“Ahhh, aniyo. Hari ini aku sedang berkeliling rumah sakit ini,  Appa tahu sendiri kan aku tidak pernah memperhatikan ruang – ruang yang ada di rumah sakit ini. Kebetulan aku sedang lewat ruangan ini”, Jawabku mencari – cari alasan.
“Ya sudah, bagus kalau seperti itu. Kamu teruskan kegiatanmu berkeliling rumah sakit ini, Appa ada meeting”,
“Ne Appa”, Ucapku lega melihat Appaku meninggalkanku.

                                      ################################

6 bulan sudah Sunhi tinggal dirumahku, dan selama 6 bulan ini dia berhasil merubah semua hidupku. Aku sudah tidak menjadi namja yang senang menghamburkan uang, sekarang akupun sudah mulai serius dalam mengikuti semua pelajaran di kampusku.

*PAGI HARI*

_Sunhi POV_

Sepertinya rencanaku berhasil, aku bisa merubah Lee Sungmin menjadi namja yang baik. Kalian bingung? Ya, aku bersama orang tua Sungmin bersekongkol untuk merubah sifatnya. Jadi selama ini kisah perjodohan kami hanya kebohongan belaka, ini semua hanya untuk membuat Sungmin berubah. Aku juga tidak mengerti kenapa harus aku yang dipilih, awalnya aku menolak. Tapi mereka menawarkan akan mengusahakan mencari donor mata untukku kalau aku berhasil merubah sifat Lee sungmin. Dan hari ini kontrakku sudah selesai, aku harus meninggalkan rumah ini. Dan pergi ke China untuk melakukan operasi mata, kebetulan aku juga ada kerjaan di sana. Jadi sekalian saja aku melakukan operasi disana.
Aku pamit pada kedua orang tua Sungmin pagi – pagi sekali, sebelum Sungmin bangun,

“Lee ahjusii, aku pamit dulu. Terima kasih kamu sudah mencarikan donor mata yang tepat untukku, sekali lagi terima kasih”, Pamitku pada Lee ahjussi.
“Kami juga sangat berterima kasih padamu karna sudah membuat Sungmin seperti sekarang ini”, Ucap Lee ahjussi memelukku.
“Sunhi~ssi, setelah kamu menyelesaikan semuanya. Kamu cepat kembali lagi ke Korea, jujur saja kami sangat ingin kamu menikah dengan Sungmin”, Ucap Lee ahjumma mengejutkanku.
“Mwo??? Ahjumma tidak salah bicara?’, Tanyaku terkejut.
“Aniyo, kami bersungguh – sungguh. Kami sangat ingin memiliki menantu sepertimu, dan sepertinya Sungmin pun tidak akan menolak itu”,
“Ne, semoga saja semua urusanku selesai jadi aku bisa cepat pulang ke Korea lagi”,

Beberapa saat kemudian…

_Sungmin POV_

“Hoooaaammmmm, ahhh jam berapa ini?”, Gumamku. Aku langsung melihat jam yang berada di sampingku.
“Mwooo???? Jam 7??? Aigooo, aku ada ujian jam 8!! Aishh, kenapa Sunhi tidak membangunkanku??”, Panikku  sambil berlari menuju kamar mandi.

@RUANG MAKAN

“Eomma, Appa, Sunhi kemana? Kenapa aku tidak dibangunkan?”, Tanyaku sambil mengambil roti dan mengoleskan selai seadanya.
“Sarapannya pelan – pelan Lee Sungmin, duduk dulu”, Ucap Eomma menggeleng – gelengkan kepalanya.
“Aduuhh, tidak bisa Eomma. Aku sudah terlambat, aku ada ujian jam 8. Sunhi kemana sih?”
“Sunhi pergi ke China”, Jawab Appa singkat, dan sukses membuatku mengehentikan sarapanku.
“Mwo? Ke China?? Untuk apa?”, Tanyaku penasaran.
“Nanti saja kami jelaskan, pulang dari kuliah kamu datang ke rumah sakit. Appa dan Eomma akan menjelaskan semua”, Jawab Appa tenang.

Akupun bergegas pergi dengan tanda tanya besar di kepalaku,

                                        ################################

Selesai ujian aku langsung menuju rumah sakit, dan segera ke ruangan Appa. Kulihat Appa dan Eomma sudah menungguku,

“Appa, apa yang terjadi? Mengapa Sunhi ke China begitu mendadak? Bahkan ia tidak pamit padaku”, Cecarku pada Appa.

Appapun menceritakan semuanya tentang rencana perjodohan kami yang sebenarnya hanya rekayasa, tentang donor mata itu, dan pekerjaan dia di China.

“Jadi, sebenarnya kalian tidak menjodohkanku dengannya??”, Pekikku setelah mendengar penjelasan Appa.
“Ne, ini semua kami lakukan supaya kamu bisa merubah sifatmu. Dan nyatanya kami berhasil, tapi sungguh kami tidak bermaksud memainkan perasaanmu sayang. Eomma malah benar – benar ingin kamu menikah dengan Sunhi. Tapi itu semua terserah kamu dan Sunhi, kami tidak ingin memaksakan perasaan kalian”, Ucap eomma berusaha menenangkan perasaanku yang entah sudah seperti apa.

Aku diam melihat mereka, dan langsung meninggalkan mereka. Aku indahkan panggilan mereka, dan langsung pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah, aku langsung menuju kamar Sunhi.

“Sunhi~ssi, kenapa kamu meninggalkanku tanpa pamit? Aku tidak marah dengan semua ini, aku malah ingin berterima kasih padamu. Tapi kenapa sekarang kamu menghilang seperti ini, ponselmu juga tidak aktif. Apa kamu sengaja ingin menghindariku?”, Lirihku dengan mata berkaca.

                                  ################################

1 tahun kemudian…
Aku sudah mulai sedikit – sedikit membantu Appa mengurus rumah sakit dan department store kami,  Satu tahun ini aku berusaha menyibukkan diri agar aku melupakan Sunhi. Tapi tetap saja itu tidak bisa, sampai hari itu tiba…

“Yaaa!!! Lee Sungmin!! Dasar pangeran tidur!! Jam segini kamu masih saja tidur??? Apa kamu tidak malu dengan ayam – ayam yang sudah bekokok di luar sana?!”, Teriak seorang yeoja memekakkan telingaku.
“Yaaa!!! Palliiii, cepat bangun!! Apa kau mau aku siram??”, Teriaknya kembali.

Aku merasa aku familiar dengan suara ini, akupun membuka mata dan siapa yang aku lihat…

“Sunhi~ah!!!!!”, Teriakku langsung terbangun dan memeluknya.
“Uhuukkk,uhukkk. Sungmin~ssi, bisakah kau melepas pelukanmu. Aku tidak bisa nafas”, Protesnya berusaha melepaskan pelukanku.
“Aku tidak akan melepaskan pelukanku, anggap saja ini hukuman untukmu”, Ucapku sambil terus memeluknya erat.

Setelah berusaha sekuat tenaga, akhirnya ia berhasil melepaskan pelukanku,

“Hukuman? Memangnya aku salah apa?”, Tanyanya polos.
Aku yang geregetan melihatnya, mencubit pelan hidungnya, “Apa kamu tidak merasa bersalah sudah meninggalkanku tanpa pamit? Bahkan selama satu tahun ini kamu tidak pernah mengabariku. Dan satu lagi, kamu sudah membohongiku masalah perjodohan itu. Apa itu tidak membuatmu merasa bersalah?”, Ucapku pura – pura marah padanya.
“Ahh, soal itu. Mianhae Sungmin~ssi. Apa kamu benar – benar marah padaku? Sekali lagi maaf, aku tidak pernah bermaksud membuatmu marah”, Maafnya dengan wajah takut.
“Apa wajahku sangat menyeramkan saat marah seperti ini?”, Tanyaku heran melihat ekpresi wajahnya.
“Ne, wajahmu sangat menyeramkan. Aku takut sekali”, Jawabnya pelan.
“Habis minta maaf kamu malah mengatakan wajahku seram??!! Isshhh, oh iya ada satu lagi kesalahanmu”, Ucapku mengeluarkan evil smile ku.
“A..ap..apa??”, Tanyanya takut – takut.
“Kenapa kamu masih saja memanggilku dengan sebutan formal? Bisakah kamu memanggilku oppa!”,
“Hah???”,

Aku langsung tersenyum melihatnya dan kembali memeluknya,

“Sunhi~ah, terima kasih kamu sudah merubahku menjadi orang yang berguna. Selamat operasimu berjalan dengan lancar, dan tahukah kamu? Satu tahun ini aku berusaha menyibukkan diriku supaya bisa melupakanmu. Tapi ternyata itu susah sekali”, Ucapku manja.

Ia kembali melepaskan pelukanku, tersenyum, dan tangannya 
bergerak merapikan rambutku,

“Benarkah kamu merindukanku? Aku tidak percaya?”, Ucap Sunhi tersenyum nakal.
“Aku benar – benar merindukanmu Sunhi~ah. Apa kamu tidak merindukanku?”,
“Aku? Merindukanmu? Tentu saja aku sangat merindukanmu oppa! Aku bahkan berusaha menahan diriku untuk tidak menghubungimu. Sebagai gantinya, aku selalu menghubungi orang tuamu untuk mengetahui kabarmu”, Ucapnya sambil terus memandangiku.
“Jadi selama ini orang tuaku selalu berkomunikasi denganmu? Aisshh, tega sekali mereka tidak memberitahuku”, Ucapku kesal sambil mengerucutkan bibirku.
“Yang penting sekarang Sunhi sudah di depanmu kan sayang”, Ucap Eomma yang sudah berdiri di depan pintu bersama Appa.

Aku dan Sunhi melihat orang tuaku, dan kembali saling bertatapan.

“Sungguh mata yang indah, mata yang memancarkan kehangatan dan kasih sayang. Terima kasih tuhan, engkau sudah mengirimkan yeoja yang sangat baik padaku”, Ucapku dalam hati sambil terus menatapnya

~THE END~

MOTO GP - Le Mans, Perancis - 120520

Diposkan oleh JJhaemin di 7:07 PM

Seperti biasa, saya ngebahas Moto GP. Dan sekarang di sirkuit Le Mans, Perancis. Langsung aja ya ke starting grid : 

1.   26 - Dani Pedrosa - SPA - Repsol Honda Team
2.   1 - Casey Stoner - AUS - Repsol Honda Team
3.   4 - Andrea Dovizioso - ITA - Yamaha Tech 3
4.   99 - Jorge Lorenzo - SPA - Yamaha Factory Racing
5.   35 - Cal Crutchlow - GBR - Yamaha Tech 3  
6.   11 - Ben Spies - USA - Yamaha Factory Racing
7.   46 - Valentino Rossi - ITA - Ducati Team  
8.   19 - Alvaro Bautista - SPA - Honda Gresini
9.   8 - Hector Barbera - SPA - Pramac Racing Team
10. 17 - Karel Abraham - CZE - Cardion AB Motoracing

Seru kah race kali ini? Menurut saya bisa di bilang seru. Sirkuit Le Mans yang di guyur hujan, malah membuat The Doctor (Rossi) menampilkan performa terbaiknya. Sejak ia pindah ke Ducati, Rossi tidak pernah naik podium. Dan akhirnya kemarin dia bisa naik podium kembali. Sayangnya rider favorit saya (Pedrosa) malah tidak menunjukkan aksi terbaiknya. Start di posisi pertama, ternyata malah menjadi finish di posisi ke-empat. Setelah disusul oleh Lorenzo, Stoner, dan Rossi. Sebelumnya Pedrosa sempat menempati posisi ke 7, tapi kembali menempati posisi 4 karna Crutchlow jatuh dan Pedrosa berhasil membalap Dovizioso.
2 laps lagi race berakhir, terjadi perang sengit antara Rossi dan Stoner untuk meraih posisi kedua. Sampai akhirnya Rossi berhasil mengalahkan Stoner dan berhasil  merebut gelar juara 2.

Hasil Moto GP Le Mans, Perancis :
1.   99 - Jorge Lorenzo - SPA - Yamaha Factory Racing
2.   46 - Valentino Rossi - ITA - Ducati Team  
3.   1 - Casey Stoner - AUS - Repsol Honda Team
4.   26 - Dani Pedrosa - SPA - Repsol Honda Team   
5.   6 - Stefan Bradl - GER - LCR Honda MotoGP
6.   69 - Nicky Hayden - USA - Ducati Team
7.   4 - Andrea Dovizioso - ITA - Yamaha Tech 3
8.   35 - Cal Crutchlow - GBR - Yamaha Tech 3   
9.   8 - Hector Barbera - SPA - Pramac Racing Team
10. 19 - Alvaro Bautista - SPA - Honda Gresini


Rider yang tidak finish :
1. 9 - Danilo Petrucci - ITA - Ioda Racing Project 
2. 14 - Randy De Puniet - FRA - Aspar Team MotoGP
3. 17 - Karel Abraham - CZE - Cardion AB Motoracing


Monday, May 7, 2012

MOTO GP -Estoril, Portugal-120506

Diposkan oleh JJhaemin di 8:55 PM
Kemarin saya nonton Moto GP dengan mata yang sangat berat..hehehe
ngantukkk banget, tapi tetep bela-belain nonton. Udah gitu terpaksa ngungsi dulu ke kamar ortu buat nonton, gara-gara bokap main PS di kamar saya. Ini nih starting gridnya :
1.   1 - Casey Stoner - AUS - Repsol Honda Team
2.   26 - Dani Pedrosa - SPA - Repsol Honda Team
3.   35 - Cal Crutchlow - GBR - Yamaha Tech 3
4.   99 - Jorge Lorenzo - SPA - Yamaha Factory Racing
5.   11 - Ben Spies - USA - Yamaha Factory Racing
6.   19 - Alvaro Bautista - SPA - Honda Gresini
7.   4 - Andrea Dovizioso - ITA - Yamaha Tech 3
8.   8 - Hector Barbera - SPA - Pramac Racing Team
9.   46 - Valentino Rossi - ITA - Ducati Team 
10. 69 - Nicky Hayden - USA - Ducati Team

Saat start, Pedrosa berhasil menempati posisi pertama. Namun sayangnya ia sempat kehilangan keseimbangan hingga Stoner kembali menempati posisinya kembali diikuti dengan Lorenzo yang menempati posisi kedua. Pada lap ke-2, terjadi perebutan posisi ke-7 antara Rossi dan Bautista. Saat Rossi sudah pada urutan 7, ia kembali membalap Spies tapi Rossi tidak lama bertahan pada posisi itu. Rossi kembali lagi ke posisi 8, hingga akhirnya Bautista, Spies dan Rossi berebutan untuk mendapat posisi 6. 
Lap ke-6, Dovizioso akhirnya bisa mendahului Crutchlow menjadi posisi ke-4. Lap seterusnya Dovizioso dan Crutchlow terus-terusan bersaing meraih posisi tersebut. Akhirnya 28 lap selesai, dan pastinya sudah ketahuan pemenangnya siapa.

1.   1 - Casey Stoner - AUS - Repsol Honda Team
2.  99 - Jorge Lorenzo - SPA - Yamaha Factory Racing
3.  26 - Dani Pedrosa - SPA - Repsol Honda Team
4.   4 - Andrea Dovizioso - ITA - Yamaha Tech 3
5.  35 - Cal Crutchlow - GBR - Yamaha Tech 3
6.  19 - Alvaro Bautista - SPA - Honda Gresini
7.  46 - Valentino Rossi - ITA - Ducati Team 
8.  11 - Ben Spies - USA - Yamaha Factory Racing
9.   6  - Stefan Bradl - GER - LCR Honda MotoGP
10. 8 - Hector Barbera - SPA - Pramac Racing Team

Ini rider yang ngga finish :
1.  17 - Karel Abraham - CZE - Cardion AB Motoracing Ducati
2.  77 - James Ellison - GBR - Paul Bird Motosport ART
3.  68 - Yonny Hernandez - COL - Avintia Blusens BQR
4.  54 - Mattia Pasini - ITA - Speed Master ART
5.  22 - Ivan Silva - SPA - Avintia Blusens BQR

Klasemen Sementara :
1. Casey Stoner  => 66
2. Jorge Lorenzo  => 65
3. Dani Pedrosa  => 52
4. Cal Crutchlow  => 37
5. Andrea Dovizioso  => 35




Race selanjutnya akan diselenggarakan 2 minggu lagi tepatnya tanggal 20 Mei 2012 di sirkuit Lemans, Perancis.





Friday, May 4, 2012

MOTO GP -Jerez, Spanyol-120429

Diposkan oleh JJhaemin di 9:26 PM
Sebenernya sih telat banget update MOTO GP sekarang. Secara racenya udah dari hari Minggu kemarin tanggal 29 April, tapi berhubung dari kemarin belum sempet buka - buka blog karna tugas yang tak kunjung selesai. Makanya baru hari ini saya bisa posting hasil race kemarin. Kenapa saya ngga update yang di Qatar??? Itu karna saya ngga nonton..hehehe
Maklum waktu Race pertama di Qatar, siarannya tengah malem jadi mata ngga bisa diajak kompromi. Mata udah berat banget + otak udah mikirin kasur mulu, jadi saya putuskan buat ngga nonton..:)

Sekarang saya mau share starting gridnya dulu...langsung cekidott....

1. 99-Jorge Lorenzo-SPA-Yamaha Factory Racing
2. 26-Dani Pedrosa-SPA-Repsol Honda Team 
3. 69-Nicky Hayden-USA-Ducati Team
4. 35-Cal Crutchlow-GBR-Yamaha Tech 3
5. 1-Casey Stoner-AUS-Repsol Honda Team
6. 11-Ben Spies-USA-Yamaha Factory Racing
7. 4-Andrea Dovizioso-ITA-Yamaha Tech 3
8. 19-Alvaro Bautista-SPA-Honda Gresini
9. 6-Stefan Bradl-GER-LCR Honda MotoGP
10. 14-Randy De Puniet-FRA-Aspar Team MotoGP

Baru mulai saja, Yonny Hernandez sudah mengalami masalah pada motornya. Akhirnya dia pun harus keluar dari sirkuit. Saat - saat yang menegangkan itu, saat semua motor memulai race. Kenapa?? Karna saat itu semua motor masih dalam keadaan jarak yang sangat dekat, dan itu membuat peluang yang sangat besar terjadinya kecelakaan. Tapi syukurnya saat di Jerez tidak terjadi apa - apa saat start. Start pertama di tempati oleh Lorenzo, tapi nyatanya Stoner bisa mendahului Lorenzo. Stoner dengan posisi pertama diikuti Lorenzo pada posisi kedua jauh meninggalkan rider lain di belakangnya. Kita tinggalkan dulu Stoner dan Lorenzo, karna perebutan pada posisi ketiga sedang seru -serunya. Hayden, Dovizioso, Pedrosa, dan Crutchlow berusaha berebutan untuk meraih posisi ketiga. Akhitnya Pedrosa lah yang berhasil mengambil posisi tersebut menggantikan Hayden. Sepertinya keberuntungan belum berpihak pada Hayden, setelah di balap Pedrosa, Hayden  kembali di balap oleh Dovizioso dan Crutchlow saat di tikungan. Posisi ketiga kembali diperebutkan oleh Pedrosa dan Crutchlow sampai lap terakhir.
Pada race kali ini, posisi pertama dan kedua aman - aman saja, karna ngga ada kejadian rebutan posisi yang berarti. Saya malah lebih fokus ke perebutan posisi ketiga, karna kebetulan rider favorit saya yang terlibat disitu (Pedrosa). Akhirnya semua lap selesai dilewati, dan pastinya sudah ketahuan siapa yang menang. Ini saya kasih urutan pemenangnya, walaupun rider favorit saya ngga menang, Tapi saya udah cukup senang dia masih naik podium,.hehehe




1. 1-Casey Stoner-AUS-Repsol Honda Team
2. 99-Jorge Lorenzo-SPA-Yamaha Factory Racing
3. 26-Dani Pedrosa-SPA-Repsol Honda Team
4. 35-Cal Crutchlow-GBR-Yamaha Tech 3
5. 4-Andrea Dovizioso-ITA-Yamaha Tech 3
6. 19-Alvaro Bautista-SPA-Honda Gresini
7. 6-Stefan Bradl-GER-LCR Honda MotoGP
8. 69-Nicky Hayden-USA-Ducati Team
9. 46-Valentino Rossi-ITA-Ducati Team
10. 8-Hector Barbera-SPA-Pramac Racing Team

Ada juga nih rider yang ngga bisa nyampe garis finish :
1. 68-Yonny Hernandez-COL-Avintia Blusens
2. 77-James Ellison-GBR-Paul Bird Racing
3. 51-Michele Pirro-ITA-Honda Gresini
4. 14-Randy De Puniet-FRA-Aspar Team MotoGP

Jangan lupa, minggu ini Race MotoGP Estoril, Portugal tanggal 6 Mei 2012 jam 19.00 WIB...
 


Free Breast Cancer Pink Heart Ribbon Glitter Cursors at www.totallyfreecursors.com

 

DoubleJ Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review