Wednesday, November 21, 2012

Konvensi Naskah

Diposkan oleh JJhaemin di 6:52 PM
1.  PENGERTIAN

Konvensi adalah sesuatu (seperti amalan, tingkah laku, ciri-ciri) yang sudah disepakati dan dipatuhi berdasar aturan yang ada. Naskah adalah suatu teks yang berisi aturan, alur cerita di dalam suatu dialog. Jadi, konvensi naskah adalah penulisan sebuah naskah karangan ilmiah berdasarkan kebiasaan, dan aturan yang sudah disepakati. Konvensi penulisan naskah yang sudah di atur mencangkup aturan tentang pengetikan, pengorganisasian materi utama, pengorganisasian materi pelengkap, bahasa, dan kelengkapan penulisan lainnya.

2.  MACAM - MACAM NASKAH

a. Formal : suatu karya memenuhi semua persyaratan lahiriah yang dituntut konvensi.

Syarat Formal Penulisan Naskah :
Persyaratan  formal  (bentuk  lahiriah)  yang  harus  dipenuhi  sebuah  karya menyangkut  tiga  bagian  utama, yaitu : Bagian pelengkap pendahuluan, isi karangan, dan bagian pelengkap penutup.

Unsur-unsur dalam Penulisan Sebuah Karangan:
A.      Bagian Pelengkap Pendahuluan
Bagian pelengkap pendahuluan atau disebut juga  halaman-halaman pendahuluan sama sekali tidak menyangkut isi karangan. Tetapi bagian ini harus disiapkan sebagai bahan informasi bagi para pembaca dan sekaligus berfungsi menampilkan karangan itu dalam bentuk yang kelihatan lebih menarik.

A.1 Judul Pendahuluan (Judul Sampul) dan Halaman Judul
Judul pendahuluan adalah nama karangan / karangan ilmiah. Halaman judul tidak mencantumkan apa – apa kecuali  mencantumkan  judul  karangan  atau  judul  buku.  Judul  karangan  atau  judul  buku ditulis dengan huruf kapital. Biasanya letaknya di tengah halaman agak ke atas. Dalam pembuatan sebuah makalah atau skripsi, halaman judul mencantumkan nama karangan, penjelasan  adanya  tugas,  nama pengarang  (penyusun),  kelengkapan  identitas  pengarang  (nomor  induk/registrasi,  kelas,  nomor  absen),  nama  unit  studi  (unit  kerja),  nama  lembaga (jurusan, fakultas, unversitas), nama kota, dan tahun penulisan.

Untuk  memberikan  daya  tarik  pembaca,  penyusunan  judul  perlu  memperhatikan  unsur-unsur sebagai berikut:
-    Judul menggambarkan keseluruhan isi karangan.
-    Judul harus menarik pembaca baik makna maupun penulisannya.
-    Sampul: nama karangan, penulis, dan penerbit.
-    Halaman  judul:  nama  karangan,  penjelasan  adanya  tugas,  penulis,  kelengkapan identitas pengarang, nama unit studi, nama lembaga, nama kota, dan tahun penulisannya (dalam pembuatan makalah atau skripsi).
-    Seluruh  frasa  ditulis  pada  posisi  tengah  secara  simetri  (untuk  karangan  formal),  atau model lurus pada margin kiri (untuk karangan yang tidak terlalu formal).

Hal-hal yang harus dihindarkan dalam halaman judul karangan formal:
# Komposisi tidak menarik.
# Tidak estetik.
#  Hiasan gambar tidak relevan.
# Variasi huruf jenis huruf.
# Kata “ditulis (disusun) oleh.”
# Kata “NIM/NRP.”
# Hiasan, tanda – tanda, atau garis yang tidak berfungsi
# Kata – kata yang berisi slogan.
# Ungkapan emosional.
# Menuliskan kata – kata atau kalimat yang tidak berfungsi.

A.2 Halaman Persembahan

Bagian yang tidak terlalu penting. Bila penulis ingin memasukkan bagian ini, maka hal semata – mata dibuat atas pertimbangan penulis. Persembahan  ini  jarang  melebihi  satu  halaman, dan biasanya terdiri dari beberapa kata saja.
Bila  penulis  menganggap  perlu  memasukkan  persembahan  ini,  maka persembahan  ini ditempatkan  berhadapan  dengan  halaman  belakang  judul  buku,  atau berhadapan  dengan halaman belakang cover buku, atau juga menyatu dengan halaman judul buku.

A.3 Halaman Pengesahan
Halaman  pengesahan  digunakan  sebagai  pembuktian  bahwa  karya  ilmiah  yang  telah  ditanda - tangani  oleh  pembimbing,  pembaca/penguji,  dan  ketua  jurusan  telah  memenuhi  persyaratan administratif  sebagai  karya  ilmiah.  Halaman  pengesahan  biasanya  digunakan  untuk  penulisan skripsi,  tesis,  dan  disertasi,  sedangkan  makalah  ilmiah,  dan  karangan  lainnya  (baik  non-fiksi maupun  fiksi)  tidak  mengharuskan  adanya  halaman  pengesahan.  Penyusunan  pengesahan ditulis  dengan  memperhatikan  persyaratan  formal  urutan  dan  tata  letak  unsur-unsur  yang harus tertulis di dalamnya.
Judul skripsi seluruhnya ditulis dengan huruf kapital pada posisi tengah antara margin kiri dan kanan.  Nama lengkap termasuk  gelar  akademis  pembimbing  materi/teknis,  pembaca/penguji,  dan ketua program jurusan ditulis secara benar dan disusun secara simetri kiri-kanan dan atas-bawah. Skripsi diajukan kepada sidang penguji akademis setelah disetujui oleh pembimbing dan pembaca/penguji.  Penulis  skripsi  dinyatakan  lulus  jika  skripsinya  telah  diuji  di  hadapan  sidang terbuka/tertutup dan telah ditanda-tangani oleh semua nama yang tercantum dalam halaman pengesahan. Nama kota dan tanggal pengesahan ditulis kata ketua jurusan.

Hal-hal yang harus dihindarkan:
-    Menggaris-bawahi nama dan kata-kata lainnya.
-    Menggunakan titik atau koma pada akhir nama.
-    Tulisan melampaui garis tepi.
-    Menulis nama tidak lengkap.
-    Menggunakan huruf yang tidak standar.
-    Tidak mencantumkan gelar akademis. 

A.4 Kata Pengantar
Kata pengantar fungsinya sama dengan sebuah surat pengantar. Kata pengantar adalah bagian karangan  yang  berisi  penjelasan  mengapa  menulis  sebuah  karangan.  Setiap  karangan  ilmiah, seperti: buku, skripsi, tesis, disertasi, makalah, atau laporan formal ilmiah harus menggunakan kata pengantar.
Kata  pengantar  merupakan  bagian  dari  keseluruhan  karya  ilmiah.  Sifatnya  formal  dan  ilmiah. Oleh  karena  itu,  kata  pengantar  harus  ditulis  dengan  Bahasa  Indonesia  yang  baku,  baik,  dan benar.  Isi  kata  pengantar  tidak  menyajikan  isi  karangan,  atau  hal-hal  lain  yang  tertulis  dalam pendahuluan, tubuh karangan, dan kesimpulan. Sebaliknya, apa yang sudah ertulis dalam kata pengantar tidak ditulis ulang dalam isi karangan.

Hal-hal yang harus dihindarkan:
-    Menguraikan isi karangan.
-    Mengungkapkan perasaan berlebihan.
-    Menyalahi kaidah bahasa.
-    Menunjukkan sikap kurang percaya diri.
-    Kurang meyakinkan.
-    Kata pengantar terlalu panjang.
-    Menulis kata pengantar semacam sambutan.
-    Kesalahan bahasa: ejaan, kalimat, paragraf, diksi, dan tanda baca tidak efektif.

A.5 Daftar Isi
Daftar  isi  adalah  bagian  pelengkap  pendahuluan  yang  memuat  garis  besar  isi  karangan  ilmiah secara lengkap dan menyeluruh, dari judul sampai dengan riwayat hidup penulis sebagaimana lazimnya sebuah konvensi naskah karangan. Daftar isi berfungsi untuk merujuk nomor halaman judul bab, sub-bab, dan unsur – unsure pelengkap dari sebuah buku yang bersangkutan.
Daftar isi disusun secara konsisten baik penomoran, penulisan, maupun tata letak judul bab dan judul sub-sub bab. Konsistensi ini dipengaruhi oleh bentuk yang digunakan.

A.6 Daftar Gambar
Bila  dalam  buku  itu  terdapat  gambar-gambar,  maka  setiap  gambar  yang  tercantum dalam karangan harus tertulis didalam daftar gambar. Daftar gambar menginformasikan: judul gambar, dan nomor halaman.

A.7 Daftar Tabel
Bila  dalam  buku  itu  terdapat  tabel-tabel,  maka  setiap  tabel  yang  tertulis  dalam karangan  harus  tercantum  dalam  daftar  tabel.  Daftar  tabel  ini  menginformasikan:  nama  tabel dan nomor halaman.

B.    Bagian Isi Karangan
Bagian isi karangan sebenarnya merupakan inti dari karangan atau buku, atau secara singkat dapat dikatakan karangan atau buku itu sendiri.

B.1 Pendahuluan
Pendahuluan  adalah  bab  I  karangan.  Tujuan  utama  pendahuluan  adalah  menarik  perhatian pembaca,  memusatkan  perhatian  pembaca  terhadap  masalah  yang  dibicarakan,  dan menunjukkan  dasar  yang  sebenarnya  dari  uraian  itu.  Pendahuluan  terdiri  dari  latar  belakang, masalah, tujuan pembahasan, pembatasan masalah, landasan teori, dan metode pembahasan. Kesuluruhan  isi  pendahuluan  mengantarkan  pembaca  kepada  materi  yang  akan  dibahas, dianalisis-sintesis, dideskripsi, atau diuraikan dalam bab kedua sampai terakhir.

Untuk menulis pendahuluan yang baik, penulis perlu memperhatikan pokok – pokok yang harus tertuang dalam masing-masing unsur pendahuluan sebagai berikut:
- Latar belakang masalah
- Tujuan penulisan
- Ruang lingkup masalah
- Landasan teori
- Sumber data penulisan
- Sistematika penulisan

B.2 Tubuh Karangan
Tubuh  karangan  atau  bagian  utama  karangan  merupakan  inti  karangan  berisi  sajian pembahasan  masalah.  Bagian  ini  menguraikan  seluruh  masalah  yang  dirumuskan  pada pendahuluan secara  sistematis.  Kesempurnaan  pembahasan  diukur  berdasarkan  kelengkapan  unsur-unsur berikut ini:
-    Ketuntasan materi
-    Kejelasan uraian / deskripsi : Kejelasan konsep, kejelasan bahasa, kejelasan penyajian dan fakta kebenaran.

B.3 Kesimpulan
Kesimpulan atau simpulan merupakan bagian terakhir atau penutup dari isi karangan, dan juga merupakan bagian terpenting sebuah karangan ilmiah. Kesimpulan ini harus disusun sebaik mungkin. Kesi pulan haris dirumuskan dengan tegas sebagai suatu pendapat pengarang atau penulis terhadap masalah yang telah diuraikan.

Penulis dapat merumuskan kesimpulannya dengan dua cara, yaitu :
a. Tulisan yang bersifat argumentatif, dapat dibuat ringkasan – ringkasan argument yang penting dalam bentuk dalil atau tesis.
b. Untuk kesimpulan biasa, cukup disarikan tujuan atau isi yang umum dari pokok – poko yang telah diuraikan dalam karangan.

C.    Bagian Pelengkap Penutup

C.1 Daftar Pustaka (Bibliografi)
Setiap  karangan  ilmiah  harus  menggunakan  data  pustaka  atau  catatan  kaki  dan  dilengkapi dengan daftar bacaan. Daftar pustaka (bibliografi) adalah daftar yang berisi judul buku, artikel, dan  bahan  penerbitan  lainnya  yang  mempunyai  pertalian  dengan  sebuah  atau  sebagian karangan.

Unsur-unsur daftar pustaka meliputi :
-    Nama pengarang : penulisannya dibalik dengan menggunakan koma.
-    Tahun terbit.
-    Judul buku : penulisannya bercetak miring.
-    Data publikasi, meliputi tempat / kota terbit, dan penerbit.
Untuk  sebuah  artikel  diperlukan  pula  judul  artikel,  nama  majalah,  jilid,  nomor,  dan tahun terbit.

C.2  Lampiran (Apendix)

Lampiran  (apendix)  merupakan  suatu  bagian  pelengkap  yang  fungsinya terkadang  tumpang tindih  dengan  catatan  kaki.  Bila  penulis  ingin  memasukan  suatu  bahan  informasi  secara panjang lebar, atau sesuatu informasi yang baru, maka dapat dimasukkan dalam lampiran ini. Lampiran dapat berupa esai, cerita, daftar nama, model analisis, dan lain – lain. Lampiran disertakan sebagai bagian dari pembuktian ilmiah. Penyajian dalam bentuk lampiran agar tidak mengganggu pembahasan jika disertakan dalam uraian.

C.3 Indeks
Indeks adalah daftar kata atau istilah yang digunakan dalam uraian dan disusun secara alfabetis (urut abjad. Penulisan indeks disertai nomor halaman yang mencantumkan penggunaan istilah tersebut.  Indeks  berfungsi  untuk  memudahkan  pencarian  kata  dan  penggunaannya  dalam pembahasan.

C.4 Riwayat Hidup Penulis
Buku,  skripsi,  tesis,  disertasi  perlu  disertai  daftar  riwayat  hidup.  Dalam  skripsi  menuntut daftar  RHP  lebih  lengkap.  Daftar  riwayat  hidup  merupakan  gambaran  kehidupan  penulis  atau pengarang.  Daftar  riwayat  hidup  meliputi:  nama  penulis,  tempat  tanggal  lahir,  pendidikan, pengalaman berorganisasi atau pekerjaan, dan karya – karya yang telah dihasilkan oleh penulis.

b. Semi Formal : Bila sebuah karangan tidak memenuhi persyaratan lahiriliah yang dituntut konvensi

c. Non Formal : Bila bentuk sebuah karangan tidak memenuhi syarat – syarat formalnya.






http://logicexploration.blogspot.com/2010/12/konvensi-naskah-dan-penyntingan.html
http://ati.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/19584/Konvensi+Naskah.doc.




Free Breast Cancer Pink Heart Ribbon Glitter Cursors at www.totallyfreecursors.com

 

DoubleJ Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review